Menurut situs Wikipedia, konstipasi atau dikenal juga dengan
istilah sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan dimana terjadi
pengerasan tinja sehingga sulit untuk dikeluarkan. Kondisi gangguan pencernaan
ini juga dapat disertai dengan rasa sakit pada daerah perut. Sebagaimana halnya
orang dewasa, si kecil pun dapat mengalami sembelit.
Konstipasi pada anak balita dapat terjadi selama beberapa
hari, minggu, bahkan selama beberapa bulan. Kondisi gangguan pencernaan ini
dapat pula disertai dengan keram perut, namun terkadang tidak disertai dengan
gejala yang jelas sehingga tidak teridentifikasi dalam waktu yang cukup lama.
Pada umumnya sembelit pada pada ana balita dapat disebabkan
oleh pola makan yang kurang tepat. Beberapa penyebab utamanya adalah
1. Kurang
minum
2. Kurang
mendapat asupan makanan berserat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan
sereal
3. Terlalu
banyak mengkonsumsi makanan rendah gizi (junk foods)
4. Genetis
atau turunan dari orang tua
5. Tidak
rutin buang air besar (BAB) misalnya karena sering menahan BAB saat latihan BAB
di toilet. Sebagian anak mengalami ketakutan ketika masuk kamar mandi sehingga
cenderung menahan BAB dalam waktu lama sehingga dapat menyebabkan penumpukan
dan pengerasan tinja didalam perut.
Beberapa kondisi medis yang disertai dengan diare, muntah,
atau demam yang mengakibatkan berkurangnya cairan tubuh dapat pula
mengakibatkan kostipasi pada si kecil. Penggunaan beberapa jenis obat dari
kelompok morpin, meski sangat jarang, dapat menjadi pemicu terjadinya serangan
sembelit.
Sebagian besar kasus sembelit pada balita dapat disembuhkan
dengan merubah pola makan dan gaya hidup. Penanganan ganguan pencernaan ini
dapat memakan waktu yang cukup lama, oleh karenanya kesabaran ayah bunda dan
komitmen dari anggota keluarga lain untuk mendukung proses penyembuhan si kecil
menjadi sangat penting.
Berikut adalah tiga cara meredakan gejala sembelit si
buah hati :
1. Berikan si kecil cairan yang cukup terutama air putih.
Menurut situs BabyCenter, anak usia 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1,3
liter perhari.
2. Pastikan si kecil mendapatkan buah-buahan dan sayuran
setiap harinya. Beberapa buah dan sayur yang direkomendasikan ahli utuk
meredakan gejala sembelit adalah apel, buah pir, aprikot, kurma, pepaya,
brokoli, kubis, kacang polong, selada, dan kembang kol. Konsumsi pula makanan
tinggi kandungan serat lainya seperti seral, dan roti gandum utuh.
3. Hindari makanan yang dapat memicu sembelit. Beberapa
jenis makanan berserat rendah dipercaya dapat memicu terjadinya sembelit,
termasuk diantaranya adalah nasi putih, keripik kentang, biskuit, serta terlalu
banyak mengkonsumsi produk olahan susu tanpa disertai konsumsi serat yang cukup
juga dapat menyebabkan sembelit.
SEMOGA BEMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar