Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan ibu hamil
adalah, bolehkah berhubungan seks ketika hamil? Hubungan seks sebenarnya aman
dilakukan saat hamil, asalkan tahu batas-batas keamanan yang boleh dilakukan.
Sebenarnya yang berbahaya bukan hubungan seksnya,namun sperma yang masuk ke dalam rahim saat hamil!!!
Sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa menyebabkan
reaksi sensitif pada mulut rahim, dan hal ini akan sangat berbahaya untuk janin.
Maka ketika berhubungan seks saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar
vagina atau dengan menggunakan kondom.
Meski mengandung protein, sperma sebenarnya tidak memiliki
manfaat bagi perkembangan janin. Sperma justru akan berbahaya bagi janin. Zat
dalam sperma ini akan memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan
kelahiran prematur, atau ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. Ketika melakukan hubungan seks dalam usia kehamilan yang masih muda,
sebaiknya berhati-hati karena gerakan atau guncangan yang terlalu kuat bisa
berbahaya bagi janin. Selain itu, si ibu juga jangan sampai terlalu
lelah.
Hubungan seks aman dilakukan selama kehamilan trimesterpertama sampai usia kandungan tujuh bulan. Pengurangan frekuensi seks harus
dilakukan ketika usia kandungan sudah mencapai tujuh sampai sembilan bulan. Pada usia kehamilan ini, perut sudah lebih membesar sehingga lebih sulit
untuk berhubungan seks, dan akan lebih menekan perut sehingga berbahaya bagi
janin. Selain itu, sperma yang ada di dalam juga akan memicu kelahiran
prematur.
Meskipun seks ini pada dasarnya aman dilakukan saat hamil,
ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan si ibu untuk melakukan
hubungan seksual sama sekali, ataupun sedikit mengurangi frekuensinya :
1. Ancaman keguguran
Ada ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang lemah, atau
kehamilan yang berbahaya. Ketika kehamilan ini memiliki resiko yang tinggi
terhadap ancaman keguguran, sebaiknya hindari hubungan seks sama sekali. Konsultasikan tentang kekuatan si janin pada dokter. Karena kehamilan
yang lemah bisa saja berubah setelah usia kehamilan beberapa minggu, dan janin
menjadi kuat.
Pada beberapa kehamilan yang beresiko, hubungan seks
-sekalipun tanpa memasukkan sperma ke dalam vagina atau sudah menggunakan kondom-
akan tetap menimbulkan resiko, seperti flek atau rasa mulas. Flek ini
bisa berbahaya untuk kehamilan. Karena adanya flek menandakan bahwa ada masalah
dengan janin Anda. Sedangkan rasa mulas bisa menandakan adanya kontraksi rahim
dini sehingga bisa menyebabkan terjadinya keguguran atau lahir prematur
2. Plasenta previa
Placenta previa merupakan salah satu kelainan kehamilan,
dimana ari-ari menutupi jalan lahir bayi. Plasenta ini menghalangi serviks,
menyebabkan terjadinya pelebaran serviks prematur, dan beresiko mengalami
persalinan prematur. Placenta previa sendiri dibagi menjadi beberapa kondisi,
yaitu placenta previa lateralis (bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir
tertutup oleh plasenta), placenta previa marginalis (kondisi pinggir plasenta
berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir), dan placenta previa letak
rendah (plasenta berada 3-4 cm di atas bagian pinggir pembukaan jalan lahir).
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar